Nusantara

Teungku Nyak Sandang, Penyumbang Pembelian Pesawat Cikal Bakal Garuda Indonesia Meninggal Dunia

Admin 7 April 2026 2 menit baca 27 views

ACEH JAYA – Innalillahi wainnailaihi raji'un. Bangsa Indonesia kembali kehilangan salah satu saksi dan pelaku sejarah penting di awal kemerdekaan. Teungku Nyak Sandang, tokoh inspiratif asal Aceh yang dikenal luas sebagai donatur pembelian pesawat Seulawah RI-001—cikal bakal maskapai penerbangan Garuda Indonesia—telah berpulang ke Rahmatullah.

Pria yang telah menginjak usia lebih dari satu abad tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (7/4) sekitar pukul 12.20 WIB. Almarhum wafat di kediamannya yang berlokasi di kawasan Pasar Lamno, tepatnya di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

Kediaman almarhum letaknya bersebelahan langsung dengan Masjid Baitussalam Nyak Sandang. Masjid ini sarat akan makna historis, dibangun sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa beliau dan untuk mengabulkan permohonan Nyak Sandang saat diundang oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara di Jakarta pada 21 Maret 2018 silam. Pembangunan masjid tersebut dimulai pada Oktober 2020 dan resmi digunakan pada Sabtu, 26 Maret 2022.

Wafatnya Teungku Nyak Sandang meninggalkan duka yang teramat dalam bagi seluruh masyarakat Tanah Air. Sebagai pelaku sejarah, beliau adalah satu dari sedikit tokoh yang memahami betul betapa peliknya perjuangan dan kondisi Indonesia pada masa-masa awal kemerdekaan. Tak heran jika kabar duka ini menyebar dengan sangat cepat; dari ujung Aceh, merambah ke seluruh penjuru Nusantara, hingga terdengar ke luar negeri.

Dikonfirmasi sesaat sebelum prosesi pemakaman pada pukul 14.00 WIB, Camat Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Syamsuddin, menyampaikan keterangannya kepada pers

. Ia menjelaskan bahwa kepergian tokoh sejarah tersebut murni karena faktor usia yang sudah sangat sepuh (uzur).

"Kondisi kesehatan Teungku Nyak Sandang selama ini selalu diawasi oleh dokter pribadi dari Banda Aceh, serta dibantu oleh tenaga kesehatan yang bertugas di Lamno untuk kontrol rutin. Di usianya yang sudah lebih dari 100 tahun ini, siang tadi Almarhum Teungku Nyak Sandang akhirnya dipanggil kembali ke Rahmatullah," tutup Syamsuddin.