Saham

Ada Transaksi Negosiasi Miliaran di Saham MORA, Siapa Pelakunya?

Admin 30 April 2026 3 menit baca 41 views

Jakarta, Global Investor Indonesia – Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia kembali menarik perhatian para pelaku pasar menyusul terpantaunya transaksi negosiasi dalam skala besar pada emiten telekomunikasi terkemuka, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau yang dikenal sebagai Moratelindo. Berdasarkan pantauan data pasar terbaru, saham MORA tercatat ditransaksikan di pasar negosiasi dengan nilai total mencapai Rp17,64 miliar.

Dalam transaksi tersebut, sebanyak 4,15 juta lembar saham berpindah tangan pada tingkat harga Rp4.250 per saham. Hingga saat ini, identitas broker yang memfasilitasi transaksi maupun tujuan spesifik di balik aksi beli-jual ini masih belum diungkapkan kepada publik. Namun, skala transaksi yang cukup masif di pasar negosiasi sering kali menjadi indikasi adanya pergerakan investor institusi atau penyelarasan portofolio strategis menjelang aksi korporasi besar.

Dinamika Harga Saham dan Valuasi Pasar Bertepatan dengan munculnya kabar transaksi negosiasi tersebut, harga saham MORA di pasar reguler terpantau mengalami sedikit tekanan. Pada perdagangan sesi pagi, saham MORA mencatatkan penurunan sebesar 1,89% menuju level Rp4.660 per unit saham. Meskipun mengalami koreksi harian, kapitalisasi pasar perseroan masih berada di level yang sangat signifikan, yakni mencapai Rp222,63 triliun, menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama di sektor infrastruktur telekomunikasi nasional.

Langkah Konsolidasi: Merger dengan MyRepublic Transaksi negosiasi miliaran rupiah ini terjadi di tengah momentum krusial rencana manuver bisnis perseroan. Sebagaimana diketahui, MORA direncanakan akan melakukan penggabungan usaha (merger) dengan PT Eka Mas Republik atau yang populer dengan merek dagang MyRepublic, entitas yang berada di bawah naungan Grup Sinar Mas.

Berdasarkan rencana aksi korporasi tersebut, MORA akan bertindak sebagai perusahaan penerima penggabungan (surviving entity). Langkah ini merupakan bagian dari konsolidasi besar-besaran untuk memperkuat ekosistem digital dan jaringan fiber optik di tanah air. Dampak dari penggabungan ini diperkirakan akan menyebabkan dilusi kepemilikan saham bagi pemegang saham MORA saat ini sebesar 50,5% akibat adanya skema peningkatan modal yang diperlukan untuk mendukung integrasi kedua perusahaan.

Sinergi Infrastruktur dan Penguasaan Frekuensi Di sisi lain, MyRepublic bersama dengan PT Telemedia Komunikasi Pratama (anak usaha Surge) baru-baru ini memperkuat daya saingnya dengan memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz. Kemenangan di Regional II dan III memberikan keunggulan kompetitif bagi MyRepublic dalam menyediakan layanan broadband berkualitas tinggi. Integrasi infrastruktur tulang punggung milik MORA dengan keandalan layanan retail MyRepublic diharapkan dapat menciptakan kekuatan baru yang dominan di pasar telekomunikasi nasional.

Para analis memandang bahwa transaksi di pasar negosiasi yang terjadi saat ini kemungkinan besar merupakan bagian dari strategi jangka panjang para pemangku kepentingan untuk memposisikan diri sebelum entitas hasil merger resmi beroperasi. Global Investor Indonesia akan terus memantau perkembangan transaksi ini dan dampaknya terhadap struktur kepemilikan perseroan di masa mendatang.