Saham

Kisah Lo Kheng Hong Saat Terpuruk 85%, Bangkit Kembali Melalui Investasi Saham

Admin 27 April 2026 2 menit baca 20 views

​Global Investor Indonesia — Nama Lo Kheng Hong telah menjadi legenda dalam dunia investasi saham di Indonesia berkat kesuksesannya. Namun, perjalanan sang investor tidak selalu mulus. Ia tercatat pernah berada di titik terendah hingga nyaris kehilangan seluruh asetnya saat krisis moneter melanda Indonesia pada tahun 1998 silam.

​Meski sempat terancam bangkrut, Lo Kheng Hong berhasil membuktikan ketangguhan strateginya. Ia mampu bangkit dari keterpurukan dan kembali mencatatkan kesuksesan besar murni dari hasil keputusannya di pasar modal.

Bertahan dengan Sisa Aset 15%

​Dalam sebuah diskusi, Lo Kheng Hong mengenang momen pahit saat krisis 1998 menggerus kekayaannya secara masif. Kala itu, ia sudah melepaskan statusnya sebagai karyawan dan memilih menjadi investor purnawaktu (full-time investor).

​"Uang saya berkurang 85%, sisa 15%. Saya waktu itu sudah full-time investor, istri ibu rumah tangga, anak dua, saya tidak kerja lagi, duit tinggal 15%," ungkap sosok yang sering dijuluki sebagai Warren Buffett-nya Indonesia ini.

​Kondisi tersebut merupakan ujian berat bagi seorang investor yang tidak lagi memiliki penghasilan bulanan dari pekerjaan tetap. Namun, alih-alih menyerah pada keadaan, Lo Kheng Hong tetap memegang teguh prinsip investasinya.

Strategi "Value Investing" Menjadi Kunci

​Keberhasilan Lo Kheng Hong keluar dari jurang kebangkrutan tak lepas dari kemampuannya melihat peluang di tengah kepanikan pasar. Saat mayoritas orang menjual aset mereka karena takut, ia justru tetap fokus mencari saham-saham yang memiliki fundamental kuat namun dihargai sangat murah oleh pasar akibat krisis.

​Kisah ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku pasar di Global Investor Indonesia bahwa dalam setiap krisis selalu terdapat peluang bagi mereka yang memiliki kesabaran dan pengetahuan mendalam. Kedisiplinan Lo Kheng Hong dalam mengelola sisa aset yang hanya 15% tersebut terbukti menjadi fondasi bagi kekayaannya yang berlipat ganda di masa depan.