Politik

TEUNGKU MUHAMMAD RAJU DESAK PENGUSUTAN TUNTAS PENGEROYOKAN WARGA ACEH DI JAKARTA

Admin 4 April 2026 2 menit baca 585 views

Lihat Situs

Jakarta, 2 April 2026 — Ketua Umum Prabu Satu Nasional, Teungku Muhammad Raju, angkat bicara terkait kasus pengeroyokan terhadap warga Aceh yang terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya.

Dalam pernyataannya, Teungku Raju mengecam keras tindakan kekerasan tersebut dan meminta seluruh pelaku diadili dengan seadil-adilnya tanpa pandang bulu.

“Ini bukan sekadar tindakan kriminal biasa. Ini terjadi di lingkungan institusi hukum. Maka harus ada keadilan yang ditegakkan secara tegas dan transparan,” tegasnya.

Ia juga mendesak Polri untuk bertindak cepat dan profesional dalam mengusut tuntas kasus ini, termasuk mengungkap aktor intelektual di balik kejadian tersebut.

Lebih lanjut, Teungku Raju secara tegas meminta kepada Kapolri dan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan evaluasi serius terhadap jajaran kepolisian di wilayah tersebut, termasuk mempertimbangkan pencopotan Kapolda apabila terbukti terjadi kelalaian atau pembiaran.

“Jika benar terjadi pembiaran atau kelalaian, maka Kapolda harus dicopot. Ini demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi hukum,” lanjutnya.

Kronologi Singkat Kejadian

Kasus pengeroyokan ini sebelumnya menjadi sorotan publik setelah seorang warga asal Aceh menjadi korban kekerasan di dalam area kantor polisi saat menjalani agenda hukum. Insiden tersebut diduga melibatkan sekelompok orang yang jumlahnya cukup banyak.

Bahkan, peristiwa ini menuai kecaman luas karena terjadi di tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi masyarakat.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, sebelumnya juga telah mengecam keras kejadian ini dan meminta aparat penegak hukum menindak tegas seluruh pihak yang terlibat. Mualem Kecam Keras Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya https://share.google/o1Dd4YElsLbEErsfG

Seruan Keadilan

Teungku Muhammad Raju menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut rasa aman masyarakat, khususnya warga Aceh di perantauan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal kasus ini hingga tuntas, agar keadilan benar-benar ditegakkan.

“Negara tidak boleh kalah oleh premanisme. Hukum harus berdiri tegak, bukan hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.”