Ekonomi

Teungku Muhammad Raju Ingatkan Pengusaha Agar Cermat Memilih Developer Fintech

Admin 17 Juli 2026 3 menit baca 31 views
Teungku Muhammad Raju Ingatkan Pengusaha Agar Cermat Memilih Developer Fintech

JAKARTA – Ketua Umum Prabu Satu Nasional, Teungku Muhammad Raju, mengingatkan para pelaku usaha agar tidak terburu-buru dalam memilih perusahaan pengembang (developer) fintech untuk mengerjakan proyek digital, terutama yang berkaitan dengan sistem pembayaran, aplikasi keuangan, maupun infrastruktur teknologi finansial.

Menurutnya, pesatnya pertumbuhan industri fintech telah melahirkan banyak perusahaan baru yang menawarkan berbagai solusi digital. Namun, di balik peluang tersebut, terdapat risiko apabila perusahaan tidak melakukan proses seleksi secara menyeluruh terhadap calon mitra teknologi.

"Jangan hanya tergiur oleh presentasi yang menarik atau janji penyelesaian yang cepat. Lakukan uji kelayakan (due diligence) secara menyeluruh sebelum menandatangani kontrak kerja sama," ujar Teungku Muhammad Raju.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah proyek teknologi tidak hanya ditentukan oleh harga penawaran, tetapi juga oleh kemampuan teknis, pengalaman, tata kelola perusahaan, serta kekuatan finansial dari developer yang dipilih.

Lima Hal yang Perlu Diperhatikan

Menurut Teungku Muhammad Raju, terdapat sedikitnya lima aspek penting yang wajib diperiksa sebelum menjalin kerja sama dengan perusahaan pengembang fintech.

1. Periksa integritas perusahaan

Lakukan penelusuran terhadap rekam jejak perusahaan, legalitas usaha, reputasi manajemen, serta riwayat penyelesaian proyek sebelumnya. Pastikan perusahaan tidak memiliki catatan sengketa yang dapat menimbulkan risiko bagi klien.

2. Pastikan pengalaman dapat diverifikasi

Mintalah portofolio proyek yang pernah dikerjakan, referensi dari klien sebelumnya, serta bukti implementasi yang dapat diverifikasi. Pengalaman yang nyata menjadi indikator penting atas kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan proyek.

3. Nilai kesiapan permodalan

Developer yang sehat idealnya memiliki kemampuan pendanaan internal yang memadai. Sebagai gambaran, perusahaan sebaiknya memiliki kapasitas modal sekitar 20 persen dari nilai kontrak, sehingga mampu mengatasi kendala teknis maupun operasional tanpa mengganggu keberlangsungan proyek.

4. Pilih perusahaan yang memiliki rekam jejak

Pengalaman menjadi faktor penting dalam industri teknologi. Developer yang telah beroperasi sekitar lima tahun atau lebih umumnya memiliki proses kerja yang lebih matang, tim yang stabil, serta pengalaman menghadapi berbagai tantangan implementasi.

5. Pahami arsitektur sistem yang digunakan

Pelaku usaha juga perlu memahami bagaimana sistem dibangun. Hindari ketergantungan terhadap banyak sub-vendor atau penggunaan berbagai sub-sistem tanpa tata kelola yang jelas, karena kondisi tersebut dapat menyulitkan proses pengembangan, pemeliharaan, integrasi, maupun penyelesaian masalah apabila terjadi gangguan di kemudian hari.

Bagian dari Manajemen Risiko

Teungku Muhammad Raju menegaskan bahwa pemilihan developer bukan sekadar keputusan teknis, melainkan bagian dari strategi manajemen risiko perusahaan.

Menurutnya, proses seleksi yang dilakukan secara cermat sejak awal dapat mengurangi potensi kerugian dari sisi waktu, biaya, kualitas proyek, hingga reputasi perusahaan.

"Keputusan yang tepat di awal akan jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki proyek yang gagal atau tidak selesai sesuai kontrak," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam kesempatan berikutnya pihaknya akan memaparkan hasil kajian mengenai standar pemilihan vendor teknologi, indikator kesehatan perusahaan pengembang, serta faktor-faktor yang perlu menjadi perhatian pelaku usaha sebelum menjalin kerja sama di sektor fintech.

Pernyataan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi dunia usaha agar semakin selektif dalam memilih mitra teknologi sehingga setiap investasi digital dapat memberikan manfaat yang optimal dan berkelanjutan.

Teungku Muhammad Raju Ingatkan Pengusaha Agar Cermat Memilih Developer Fintech — Global Investor Indonesia