Kategori Berita
Berita ekonomi dan bisnis


JAKARTA – Ketua Umum Prabu Satu Nasional, Teungku Muhammad Raju, mengingatkan para pelaku usaha agar tidak terburu-buru dalam memilih perusahaan pengembang (developer) fintech untuk mengerjakan proyek digital, terutama yang berkaitan dengan sistem pembayaran, aplikasi keuangan, maupun infrastruktur teknologi finansial. Menurutnya, pesatnya pertumbuhan industri fintech telah melahirkan banyak perusahaan baru yang menawarkan berbagai solusi digital. Namun, di balik peluang tersebut, terdapat risiko apabila perusahaan tidak melakukan proses seleksi secara menyeluruh terhadap calon mitra teknologi. "Jangan hanya tergiur oleh presentasi yang menarik atau janji penyelesaian yang cepat. Lakukan uji kelayakan (due diligence) secara menyeluruh sebelum menandatangani kontrak kerja sama," ujar Teungku Muhammad Raju. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah proyek teknologi tidak hanya ditentukan oleh harga penawaran, tetapi juga oleh kemampuan teknis, pengalaman, tata kelola perusahaan, serta kekuatan finansial dari developer yang dipilih. Lima Hal yang Perlu Diperhatikan Menurut Teungku Muhammad Raju, terdapat sedikitnya lima aspek penting yang wajib diperiksa sebelum menjalin kerja sama dengan perusahaan pengembang fintech. 1. Periksa integritas perusahaan Lakukan penelusuran terhadap rekam jejak perusahaan, legalitas usaha, reputasi manajemen, serta riwayat penyelesaian proyek sebelumnya. Pastikan perusahaan tidak memiliki catatan sengketa yang dapat menimbulkan risiko bagi klien. 2. Pastikan pengalaman dapat diverifikasi Mintalah portofolio proyek yang pernah dikerjakan, referensi dari klien sebelumnya, serta bukti implementasi yang dapat diverifikasi. Pengalaman yang nyata menjadi indikator penting atas kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan proyek. 3. Nilai kesiapan permodalan Developer yang sehat idealnya memiliki kemampuan pendanaan internal yang memadai. Sebagai gambaran, perusahaan sebaiknya memiliki kapasitas modal sekitar 20 persen dari nilai kontrak, sehingga mampu mengatasi kendala teknis maupun operasional tanpa mengganggu keberlangsungan proyek. 4. Pilih perusahaan yang memiliki rekam jejak Pengalaman menjadi faktor penting dalam industri teknologi. Developer yang telah beroperasi sekitar lima tahun atau lebih umumnya memiliki proses kerja yang lebih matang, tim yang stabil, serta pengalaman menghadapi berbagai tantangan implementasi. 5. Pahami arsitektur sistem yang digunakan Pelaku usaha juga perlu memahami bagaimana sistem dibangun. Hindari ketergantungan terhadap banyak sub-vendor atau penggunaan berbagai sub-sistem tanpa tata kelola yang jelas, karena kondisi tersebut dapat menyulitkan proses pengembangan, pemeliharaan, integrasi, maupun penyelesaian masalah apabila terjadi gangguan di kemudian hari. Bagian dari Manajemen Risiko Teungku Muhammad Raju menegaskan bahwa pemilihan developer bukan sekadar keputusan teknis, melainkan bagian dari strategi manajemen risiko perusahaan. Menurutnya, proses seleksi yang dilakukan secara cermat sejak awal dapat mengurangi potensi kerugian dari sisi waktu, biaya, kualitas proyek, hingga reputasi perusahaan. "Keputusan yang tepat di awal akan jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki proyek yang gagal atau tidak selesai sesuai kontrak," ujarnya. Ia menambahkan bahwa dalam kesempatan berikutnya pihaknya akan memaparkan hasil kajian mengenai standar pemilihan vendor teknologi, indikator kesehatan perusahaan pengembang, serta faktor-faktor yang perlu menjadi perhatian pelaku usaha sebelum menjalin kerja sama di sektor fintech. Pernyataan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi dunia usaha agar semakin selektif dalam memilih mitra teknologi sehingga setiap investasi digital dapat memberikan manfaat yang optimal dan berkelanjutan.

Menyiapkan dana hewan kurban secara konsisten dapat dilakukan melalui perencanaan finansial yang matang, mulai dari penetapan target harga, pemisahan rekening khusus, hingga penerapan metode menabung harian atau bulanan. Dengan strategi yang terukur dan pemilihan jenis hewan yang tepat, ibadah tahunan ini dapat tertunaikan dengan ringan tanpa mengganggu stabilitas keuangan pribadi.

Nilai tukar rupiah melemah tajam hingga menembus level psikologis baru di atas Rp17.300/US$, yang merupakan posisi terlemah sepanjang masa secara intraday. Ambrolnya kurs dipicu sentimen negatif konflik Timur Tengah, gejolak harga minyak dunia, serta tingginya permintaan dolar musiman untuk pembayaran dividen, sementara Bank Indonesia merespons dengan intervensi pasar yang terukur.


IHSG dibuka menguat pada Rabu (1/4/2026) didorong kepercayaan investor terhadap langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas ekonomi dari ketegangan geopolitik Timur Tengah. Aktivitas pasar terpantau sangat bergairah dengan volume transaksi mencapai 4,15 miliar saham dan nilai perputaran dana sebesar Rp2,39 triliun, yang berhasil mengerek total kapitalisasi pasar nasional ke angka Rp12.625 triliun.