TEUNGKU MUHAMMAD RAJU: KRAKEN FISHING BUKAN SEKADAR GAME, TAPI EKONOMI DIGITAL MASA DEPAN

Jakarta, Juni 2026 – Di tengah menguatnya dolar Amerika Serikat dan meningkatnya kekhawatiran terhadap ketidakpastian ekonomi global, berbagai inovasi ekonomi digital mulai bermunculan di Asia Tenggara. Salah satu yang menarik perhatian adalah pengembangan Kraken Fishing, sebuah game berbasis ekonomi digital yang terintegrasi dengan Token ASN, aset Silver, dan PSNPay dalam satu ekosistem. Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya minat terhadap model ekonomi digital yang memiliki utilitas nyata bagi masyarakat.
Menurut Teungku Muhammad Raju, penguatan dolar dan perubahan lanskap ekonomi global justru menjadi momentum untuk membangun sistem ekonomi alternatif yang lebih inklusif dan berbasis komunitas.
"Dunia sedang bergerak menuju ekonomi digital yang terhubung dengan aset riil. Kami tidak ingin masyarakat hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari pemilik dan pelaku ekonomi di dalamnya. Kraken Fishing adalah salah satu langkah menuju visi tersebut," ujar Teungku Muhammad Raju. Konsep ini sejalan dengan berbagai pernyataan publiknya mengenai hilirisasi digital dan ekonomi berbasis utilitas.
Membangun Ekonomi dari Aktivitas Bermain
Dalam ekosistem Kraken Fishing, pemain menggunakan Token ASN untuk membeli alat pancing dan perlengkapan permainan. Hasil tangkapan berupa ikan virtual kemudian dapat diperdagangkan dalam marketplace internal.
Nilai yang diperoleh pemain selanjutnya dapat dikonversi menjadi Silver, yang kemudian dapat dicairkan melalui PSNPay.
Skema tersebut membentuk rantai ekonomi digital:
Token ASN → Alat Pancing → Ikan → Silver → PSNPay
Menurut pengembang, model ini dirancang agar aktivitas dalam game tidak berhenti sebagai hiburan semata, tetapi menjadi bagian dari aktivitas ekonomi digital yang memiliki utilitas nyata.
Menjawab Tantangan Ekonomi Global
Saat banyak negara menghadapi tekanan inflasi, fluktuasi mata uang, dan ketidakpastian pasar, masyarakat mulai mencari alternatif untuk membangun sumber pendapatan tambahan berbasis teknologi.
Teungku Raju menilai bahwa masa depan blockchain tidak hanya ditentukan oleh harga token, tetapi oleh seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada penggunanya.
"Blockchain bukan sekadar coin dan token. Blockchain adalah fondasi ekonomi digital masa depan yang bisa digunakan di berbagai sektor kehidupan," ungkap Teungku Raju dalam salah satu pernyataannya mengenai pengembangan ekosistem PSNCHAIN.
Visi Ekonomi Digital Asia Tenggara
Dengan populasi lebih dari 680 juta jiwa dan tingkat adopsi teknologi yang terus meningkat, Asia Tenggara dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital dunia.
Melalui integrasi antara game, token, aset digital, marketplace, dan sistem pembayaran, Kraken Fishing diproyeksikan menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi blockchain dapat digunakan untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
"Kami ingin membangun teknologi yang berguna sejak hari pertama. Bukan sekadar menjual mimpi, tetapi menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat," tegas Teungku Muhammad Raju.
Jika pengembangan ekosistem ini berjalan sesuai rencana, Kraken Fishing berpotensi menjadi salah satu proyek ekonomi digital berbasis game yang lahir dari Indonesia dan mampu bersaing di tingkat Asia Tenggara, dengan menghubungkan hiburan, aset digital, dan transaksi keuangan dalam satu sistem yang terintegrasi.


